Blog Burung | Tutorial Burung

Tuesday, September 22, 2015

Penyebab dan Solusi “Bisulan” pada Kepala Burung

(foto: mediabnr.com)

Anda tentu saja pernah mengalami di mana burung Anda tiba-tiba pada kepalanya terdapat benjolan. Benjolan semakin hari semakin membesar dan bahkan jika tidak segera ditangani dengan baik bisa membengkak. Selain mengganggu penampilannya, penyakit ini biasanya menyebabkan burung kurang sehat. Bahkan dalam beberapa kasus bisa menyebabkan kematian

Entah apa nama medis penyakit ini. Namun yang jelas, gangguan ini menyerupai bisul tetapi tidak bisa meletus atau pecah sendiri dan juga tidak mengalami fase matang. Tetapi kesamaannya, penyakit ini sama-sama bisa mengeluarkan benda dari dalamnya. Jika pada bisul yang dikeluarkan adalah gumpalan nanah namun pada penyakit ini adalah benda yang menyerupai gajih.

Burung yang paling sering mengalami penyakit seperti ini adalah Cendet, Kacer, dan Murai Batu. Lalu apa penyebabnya? Pemberian Ulat Hongkong (UH) atau Ulat Kandang (UK) yang berlebihan adalah penyebab tunggalnya. Meskipun mungkin hal ini jarang terjadi pada buurng Anda namun seiring dengan semakin banyaknya pemberian ulat-ulat ini, suatu saat burung Anda tidak akan luput dari serangan penyakit ini.

Bagi sebagian orang, pemberian UH) atau UK kadang sampai melewati batas kewajaran. Sebagian dari mereka, ada yang sampai memberikannya setiap hari sekalipun dalam takaran yang sedikit. Ada juga yang memberikan ulat-ulat ini dalam jumlah yang agak banyak dan bahkan dengan frekuensi yang relatif sering. Pemberian ulat-ulat ini biasanya bertujuan untuk merontokkan bulu burung yang susah atau sedang mengalami mabung. Namun sadarkah mereka bahwa sebenarnya tindakan seperti ini tidak baik bagi kesehatan burung?

Sejauh ini sebagian orang mungkin hanya mengenal bahwa efek paling buruk dari pemberian UH yang berlebihan adalah terjadinya kerusakan pada mata burung. UH adalah ekstra foding paling jahat bagi burung karena bisa menyebabkan mata burung berair dan bahkan bisa berujung pada kebutaan. Untuk efek negatif UK, sebagian dari Anda mungkin jarang yang mengetahuinya sebab konon ekstra foding jenis ini tidak ada efek sampingnya alias aman untuk dikonsumsi burung meski dengan takaran yang banyak. Mungkin saja Anda mengerti bahwa UK hanya bisa menyebabkan burung menjadi kecanduan di mana seekor burung sudah terbiasa dengan setingan UK setiap hari, maka burung tersebut tidak akan bisa bekerja dengan baik jika suatu waktu disetel tanpa UK.

Di balik itu semua, baik UH maupun UK, sama-sama jahatnya. Pemberian yang berlebihan terhadap keduanya bisa menyebabkan kepala burung mengalami benjolan yang harus ditangani dengan baik. Jika tidak, kematian bisa menjadi akhir cerita burung Anda. Oleh karena itu, jika Anda hendak memberikan kedua ulat ini pada burung Anda, berikanlah sewajarnya saja, jangan berlebihan, dan jangan pula sampai terlalu sering. Sebab ekstra foding ini termasuk yang kurang aman bagi kesehatan burung.

Lalu bagaimana cara mengatasi burung yang sudah terkena benjolan atau “bisul”? Penanganannya sederhana, cukup dengan dioperasi. Dalam mengoperasi kepala cendet ini, Anda bisa melakukanya sendiri alias tidak perlu mencari bantuan dokter hewan sebab operasi pada burung seperti ini tergolong ringan.

Pertama-tama sebelum Anda melakukan operasi, siapkan pisau yang tajam (bisa menggunakan pemes atau silet) dan es batu berukuran kecil. Pertama-tama pegang burung Anda lalu tempelkan es batu tersebut persis di atas benjolan. Hal ini bertujuan supaya burung tidak terlalu sakit saat dilakukan operasi dan darah yang keluar juga tidak terlalu banyak. Tekan es batu selama kurang lebih satu menit lalu lakukan pengoperasian. Setelah itu, keluarkan gajih yang terdapat dalam benjolan tersebut lalu berikan Rivanol atau betadin secukupnya.

Setelah operasi selesai, lepas kembali burung Anda ke dalam sangkar. Amati perkembangan setiap harinya. Biasanya kurang dari dua hari, luka bekas operasi sudah mengering dan sembuh dalam beberapa minggu.

Penyebab dan Solusi “Bisulan” pada Kepala Burung Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Leo Sayoga

0 komentar:

Post a Comment