Blog Burung | Tutorial Burung

Sunday, November 22, 2015

Penyebab dan Solusi Cucak Hijau Sering Didis

Cucak Hijau adalah burung kicau yang mempunyai suara sangat merdu dan khas. Ia bahkan sangat pandai dalam menirukan suara-suara burung lain dengan sangat cepat. Untuk menirukan suara burung burung master, Cucak Hijau hanya butuh hitungan hari, bahkan jam. Namun demikian,  Cucak Hijau mudah lupa setelah beberapa waktu tidak mendengar suara burung master tersebut. 

(gambar: kicaku.com)

Cucak Hijau adalah burung yang kagetan. Jika ia mendengar atau melihat sesuatu yang terjadi secara tiba-tiba dan mengagetkan, maka ini bisa membuat burung menjadi stres dan bahkan mati. Bahkan burung ini juga sangat sensitif terhadap suasana gelap. Karenanya, jangan sesekali Anda membawa burung ini perjalanan di malam, sebab burung Cucak Hijau bisa stres.

Ada beberapa keluhan lain yang kerap kali dikeluhkan oleh  Cucak Hijau Mania, salah satunya ialah di mana burung sering didis padahal tidak sedang mandi atau habis mandi. Umumnya, burung hanya akan didis setelah ia mandi atau selesai mandi guna membersihkan kotoran dan air sisa mandi di tubuhnya, serta mengeringkan bulu-bulunya. Namun jika Cucak Hijau ini didis setiap saat dan bahkan dengan intensitas yang sangat sering, tentu saja ini tidak wajar. Kondisi ini bisa saja menunjukkan bahwa tengah terjadi sesuatu dengan Cucak Hijau Anda. Untuk itu, berikut ini akan dijelaskan beberapa alasan mengapa burung Cucak Hijau sering didis.

  • Kulit burung kering sehingga burung menjadi gerah dan kurang karena nyaman. Bahkan kondisi ini bisa menimbulkan rasa gatal yang membuat tubuh merasa lebih tidak nyaman lagi. 
  • Terdapat kutu pada bulunya. Hal ini bisa disebabkan karena kurang terjaganya kebersihan sangkar dan kerodong. Kutu-kutu ini menggigit kulit burung dan menghisap darahnya yang membuat rasa sakit dan tidak nyaman pada burung. 
  • Bulu rusak pada Cucak Hijau juga berpotensi menyebabkannya burung menjadi kurang nyaman. Sewaktu-waktu ia akan didis untuk merapikan bulu-bulunya. Namun demikian, sepanjang masih dalam taraf wajar, kondisi ini bukanlah masalah serius sebagaimana kedua penyebab di atas. 
  • Konon pula, kurangnya asupan vitamin C pada burung juga bisa membuat Cucak Hijau menjadi sering didis. Hal ini mungkin dikarena burung menjadi kurang nyaman dengan tubuhnya karena timbulnya berbagai gangguan yang tidak kasat mata.

Penanganan dan pencegahan untuk masalah ini tentu saja harus disesuaikan dengan penyebabnya. Sebab beda penyebab, beda pula cara penanganannya. Untuk itu, berikut ini adalah cara penanganannya, sekaligus sebagai upaya pencegahan supaya burung Cucak Hijau tidak mengalami sering didis.

  • Burung sering didis yang disebabkan karena kulit yang kering dan kurangnya asupan vitamin C bisa diatasi dengan pemberian multivitamin yang sangat dibutuhkan oleh tubuh. Berikanlah multivitamin yang mempunyai kandungan yang sesuai dengan kebutuhan tubuh burung secara berkala. Pemberian multivitamin ini juga dapat dijadikan sebagai pencegahan yang bisa menghindarkan burung dari kekurangan vitamin. Memang di alam bebas burung tidak mengonsumsi multivitamin seperti ini namun mereka mempunyai insting yang sangat baik untuk memenuhi kebutuhannya. Sedangkan burung yang hidup di dalam sangkar dengan asupan yang terbatas, sangat perlu mendapatkan diberikan multivitamin tersebut. 
  • Untuk burung didis yang disebabkan karena kutu, bisa diatasi dengan cara mandi dengan pembasmi kutu. Untuk memastikannya, cobalah pegang burung Anda lalu periksa pada bulunya apakah terdapat kutu atau tidak. Untuk pengobatnnya, Anda bisa menggunakan obat-obatan yang beredar di pasaran atau menggunakan resep alami. Beberapa resep pembasi kutu yang sangat direkomendasikan ialah mandikan burung dengan menggunakan air rebusan sirih atau air cucian beras. Kedua air ini sangat ampuh dalam membasi kutu pada burung. Selain pengobatan, mandi yang dilakukan secara berkala (paling tidak sekali dalam seminggu) bisa mencegah burung dari kutu. Selain itu, bersihkan sangkar dan aksesorisnya secara berkala. Kondisi sangkar yang bersih juga bisa mencegah terjadinya kutuan pada burung. 
  • Sedangkan Cucak Hijau yang didis karena bulu yang rusak, Anda bisa mengatasinya dengan cara sering memandikannya. Mandi pada burung tidak hanya akan membuatnya merasa segar namun juga bisa memperbaiki bulu yang rusak.

Demikian beberapa cara dalam mengatasi burung Cucak Hijau yang sering didis. Diharapkan beberapa cara ini bisa membantu Anda dalam mengatasi burung Anda yang sering didis. Tidak hanya untuk Cucak Hijau, cara ini pun dapat dilakukan untuk burung lain. Sebab tentu saja burung lain seperti kacer, murai, dan burung-burung lainnya mempunyai risiko yang sama yang memungkinkannya mendapatkan penanganan yang juga sama.

Penyebab dan Solusi Cucak Hijau Sering Didis Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Leo Sayoga

0 komentar:

Post a Comment