Blog Burung | Tutorial Burung

Monday, November 9, 2015

Teknik Pemasteran untuk Membuat Lagu Tonjolan pada Burung Cendet

Teknik pemasteran yang satu ini yang sangat susah sebab meskipun kita telah melakukannya dengan beragam teknik, kadang kala kemungkinan keberhasilannya sangat tipis. Kesulitannya di samping terletak pada teknik, juga memakan waktunya yang sangat lama. Sebab, menciptakan lagu tonjolan pada burung tidak bisa dilakukan hanya dalam waktu satu minggu hingga sebulan namun memerlukan waktu yang sangat lama. Jika Anda salah dalam memilih teknis, selama apapun Anda memaster burung cendet Anda, hasilnya bisa nihil.

Sebenarnya ada sebuah teknik yang memberikan peluang dan keberhasilan yang lebih besar. Pada burung cendet yang masih trotol, ini adalah kesempatan Anda yang paling emas untuk menciptakan lagu tonjolan. Caranya adalah dengan menyandingkan burung master dengan burung cendet Anda selama beberapa bulan. Dan selama pemasteran itu, jangan sampai Anda memberikan masteran lain atau menyandingkan burung lain selain burung master tersebut. Misalnya Cililin, selama beberapa bulan, biarkan burung cendet Anda hanya ditemani burung Cililin tersebut. Mengapa? Ini adalah materi dasar dan materi ini biasanya yang lebih sering dibawakan kelak ketika dewasa. Dengan begitu, secara otomatis ini sudah menjadi lagu tonjolan bagi cendet Anda.

(Foto: mediaronggolawe.com)


Sedangkan jika Anda menggunakan media elektronik, Anda cukup memutarkan suara materi dasar tersebut selama beberapa waktu lamanya. Seperti halnya cara di atas, suara materi tersebut harus Cuma satu materi saja dan selama Anda memutat materi ini, Anda tidak disarankan untuk mencampurnya dengan suara/materi atau burung lainnya. Dengan cara ini, burung cendet Anda akan lebih fokus sehingga besar kemungkinan materi dasar ini bisa direkam dengan sangat baik sehingga mampu menjadi tonjolan yang diharapkan.

Adapun untuk burung cendet yang sudah dewasa, teknik pemasterannya berbeda lagi. Pertama-tama, untuk menciptakan tonjolan pada burung cendet yang sudah dewasa, pemasteran harus dilakukan seintensif mungkin, bahkan kalau perlu harus dilakukan setiap hari, meskipun di luar masa mabung. Dan sebagaimana cara di atas, suara masteran yang ingin Anda jadikan tonjolan ini harus distel secara tunggal dan jauhkan dari suara-suara burung lain. Begitu juga teknik master dengan menggunakan burung master, burung master harus setiap hari ditempelkan. Bahkan kalau perlu, harus ada ruangan khusus agar burung lebih konsentrasi dalam menyimak lagu yang diperdengarkan.

Mengapa demikian? Logikanya, jika burung yang dimaster tiap hari mendengarkan lagu-lagu yang monoton, secara otomatis ketika masuk akan lebih dominan dibawakan nanti ketika berkicau, baik harian di rumah, lebih-lebih ketika ditrek di lapangan. Namun sebaliknya, jika burung sering mendengar lagu-lagu yang banyak atau lebih dari tiga, lagu-lagu yang didengarnya akan dibawakan secara roll, dan bukan tonjolan sebagaimana Anda harapkan.

Lamanya pemasteran bisa dilakukan sampai suara master benar-benar masuk dan menjadi lagu tonjolan. Teknik ini juga dapat dilakukan jika Anda ingin menambah lagu tonjolan. Misalnya, jika burung Anda hanya mempunyai satu atau dua lagu tonjolan, Anda bisa menambahnya dengan cara di atas. Tekniks ini juga bisa berlaku pada burung kenari atau cucak ijo sebab keduanya termasuk burung-burung yang mudah lupa terhadap lagu yang pernah dibawakannya. Sehingga untuk mencegah hilangnya lagu tonjolan, teknik ini sangat penting untuk diterapkan setiap hari, bahkan sepanjang burung itu masih di tangan Anda.

Menciptakan materi tonjolan memang lebih mudah dilakukan pada saat burung masih muda alias trotol dan bahkan masih piyik. Mengapa? Karena burung cendet pada usia muda lebih cerdas sehingga lebih mudah untuk dijadikan kesempatan untuk menciptakan lagu tonjolan dengan lagu-lagu tembakan panjang seperti love bird, cililin, kuntilanak, dan lain sebagainya. Lebih dari itu, pada usia muda, merupakan masa di mana kita mempunyai kesempatan memaster burung dengan suara panjang menjadi lebih maksimal daripada burung-burung yang sudah dewasa, apalagi jika kakinya sudah medang. Hal ini bisa dianalogikan pada anak kecil dan orang dewasa. Anak kecil akan lebih tanggap dan cerdas dalam menghafal daripada orang dewasa. Namun demikian, pembawaan tonjolan panjang juga sangat ditentukan oleh karakter bawaan burung karena pada dasarnya ada burung yang memang berbakat menirukan suara panjang dan ada juga yang tidak alias hanya ngerol saja. Tetapi ini pun masih dapat diubah dengan teknik pemasteran yang baik dan benar.

Teknik Pemasteran untuk Membuat Lagu Tonjolan pada Burung Cendet Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Leo Sayoga

0 komentar:

Post a Comment