Blog Burung | Tutorial Burung

Tuesday, December 8, 2015

Cara Efektif Mengatasi Cendet Monting dan Salto di Lapangan


Cendet adalah burung agresif dan mempunyai tipikal liar sehingga kadang kala susah untuk dikendalikan. Karenanya, saat ditrek di lapangan, burung cendet kadang menampakkan perilaku negatif sperti monting atau polah dan bahkan salto yang bisa mengurangi penilaian juri. Meskipun tidak semua cendet seperti ini, namun cendet polah dan salto lebih banyak ditemui.

Bagi sebagian orang, cendet seperti ini susah ditangani karena sifat “nakal"-nya ini. Karenanya, meskipun mempunyai materi yang mewah, burung kadang kala tetap tidak mendapatkan bendera nominasi.

Saat di gantangan, burung seperti ini kadang kala tidak mau diam di satu titik pangkringan. Burung sering kali melompat, ngeruji, dan kadang kala juga melantai sehingga tidak punya harapan lebih untuk mendulang poin. Bahkan dalam beberapa kasus, ketika selesai membawakan materi tembakan, burung cendet akan salto. Burung tipikal “tembak lari” seperti ini tentu saja akan lebih susah dikendalikan karena perilakunya lebih rumit.

Bagi Anda yang sudah ahli dalam dunia percendetan, semua ini tentu bukan masalah yang berarti. Bahkan dengan polahnya, burung tersebut bisa dipastikan adalah burung yang sangat bagus, baik dari segi materi maupun mental. Karena biasanya, burung dengan perilaku monting adalah burung-burung yang mempunyai materi istimewa. Dan munting untuk burung seperti ini adalah wajar karena sebagai usaha dia mengambil napas kembali setelah habis digunakan untuk mengeluarkan materi tembakan dan roling yang tidak putus-putus.

Sebagaimana kita ketahui bahwa materi tembakan pada burung apapun, termasuk cendet, memerlukan tenaga yang ekstra dan napas yang lebih. Karenanya, jika cendet mengeluarkan senjata pamungkas seperti ini, burung kerap kali kehabisan napas dan tenaga. Bahkan dalam beberapa kasus, cendet kadang kala bisa ngetem (berhenti sejenak) tetapi kemudian akan main kembali dengan rol tembaknya. Hal ini disebabkan karena cendet merasa kehilangan tenaga dan napas. Dan untuk memulihkan kondisinya, burung harus monting dan salto, bahkan ngetem.

Untuk menghilangkan perilaku seperti ini, tentu saja tidak akan bisa. Jika Anda terpaksa melakukannya, ini sama saja Anda berusaha Anda mencegah agar cendet tidak mengeluarkan materi mewahnya. Karena jika cendet tidak salto, sebagai indikasi dari napas cendet yang normal-normal saja karena tidak membawakan materi tembakan. Untuk itu, di sini perlu dipahami bahwa sepanjang cendet membawakan materi tembakan, sepanjang itu pula cendet akan polah.

Namun tidak semua cendet seperti itu. Ada beberapa cendet dengan materi istimewa dengan rol yang ciamik dan tembakan yang panjang-panjang, burung tetap saja diam di satu titik. Tetapi demikian, untuk menemukan burung dengan tipe “aman” tetapi materi istimewa ini akan sulit. Kalaupun ada, kadang kala risikonya adalah sering mengalami ngetem. Namun jika Anda bisa menyetelnya dengan baik, burung dengan tipe seperti ini akan lebih berpeluang mendulang poin penuh setiap kali digantang di lapangan.

Untuk itu, usaha yang paling tepat untuk Anda lakukan untuk mengatasi cendet polah adalah mengurangi monting dan saltonya. Caranya ialah dengan main basah. Main basah dimaksud di sini adalah membuat burung tampil di lapangan dengan bulu basah dalam kondisi setelah disemprot terlebih dahulu sebelumnya. Cara ini, sepanjang dilakukan dengan baik (bulu burung tidak terlalu basah), tidak akan mengurangi performa dan materi burung.

Penyemprotan bebas dilakukan kapan dan di mana saja. Namun kebanyakan cendet mania memandikan burung di lapangan, satu atau dua sesi sebelum sesi cendet. Hal ini bertujuan agar burung tampil dalam kondisi yang tidak terlalu basah sehingga terhindar dari didis di lapangan. Hal ini pun memungkinkan burung untuk tampil lebih maksimal.

Cara Efektif Mengatasi Cendet Monting dan Salto di Lapangan Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Leo Sayoga

0 komentar:

Post a Comment