Blog Burung | Tutorial Burung

Thursday, December 17, 2015

Cara Tepat Perawatan Cendet di Musim Hujan


Musim hujan adalah sebuah waktu di mana burung-burung umumnya pada lesu. Burung yang sehari-hari sebelumnya boleh dibilang sangat gacor, namun setelah hujan turun pada awal musim, burung mendadak jadi melempem. Burung jadi tidak segacor hari-hari sebelumnya atau bahkan kadang kala membisu sama sekali, padahal tidak ada perubahan dalam rawatan harian. Kondisi ini bisanya lebih sering menimpa burung burung cendet daripada burung lainnya. Hal ini disebabkan karena cendet adalah burung yang identik dengan musim kemarau karena membutuhkan cuaca panas seperti yang terjadi pada musim kemarau.

Awal musim hujan adalah masa pancaroba di mana terjadi perubahan besar-besaran, terutama mengenai cuaca. Kadang kala, hujan turun secara terus-menerus dalam sehari atau bahkan setiap hari sehingga nyaris tidak ada sinar matahari yang terlihat di langit. Kondisi ini menimbulkan dampak yang cukup serius pada kondisi burung. Cuaca yang dingin dan suhu yang tidak menentu membuat hasrat burung untuk berkicau dengan rajin menjadi menurun akibat birahinya tidak stabil. Padahal untuk menjadi rajin, burung cendet tidak hanya membutuhkan kondisi panas (baca: birahi) yang berasal dari asupan EF saja. Untuk menjadi rajin, cendet juga membutuhkan sinar matahari sebagai pendongkrak birahinya supaya bisa stabil.


Tidak semua cendet melempen di musim hujan, utamanya pada awal-awal musim hujan. Tetapi bagi Anda yang masih belum paham cara merawat cendet musim hujan atau cendet-Anda masih bahan yang mentalnya belum terbentuk dan juga belum kondisi, melempem saat musim adalah hal yang wajar. Namun begitu, kondisi ini tentu saja tidak boleh dibiarkan berlangsung lama agar Anda bisa dengan cepat menikmati bunyinya kembali.

Cendet pada musim hujan memang memerlukan rawatan yang ekstra. Sebab pada musim hujan seperti ini, burung mengalami ketidakstabilan birahi dan masalah kesehatan yang cukup serius. Bahkan pada burung-burung dengan sistem imun yang rendah akibat cuaca yang ekstrem ini, burung bukan hanya tidak mau berkicau dengan rajin, namun juga bisa sakit. Untuk itu, Anda perlu memberikan perawatan khusus sebagaimana berikut.

— Jemurlah kapanpun ada matahari
Sinar matahari adalah sesuatu yang dibutuhkan oleh burung. Karenanya, kapanpun matahari panas meskipun tidak terlalu panas, segera jemur cendet Anda. Sinar matahari ini di samping bermanfaat untuk membunuh kuman yang mungkin terdapat pada sangkar atau bulu burung dan membantu burung mendapatkan vitamin C, juga akan membuat burung menjadi lebih segar. Sinar matahari ini juga memberikan manfaat untuk menjaga dan menstabilkan birahi burung sehingga menjadi lebih rajin berbunyi.

— Jangan mandikan burung saat hujan
Memandikan burung memang rutinitas yang sangat akrab dengan Anda. Namun jika Cendet Anda tidak fit, apalagi hujan turun tak kunjung reda, sebaiknya urungkan untuk memandikan burung. Memandikan cendet di tengah derasnya hujan, berisiko membuat cendet menjadi kedinginan. Hal ini akan membuat birahi cendet semakin anjlok dan bahkan lebih ekstremnya lagi cendet berisiko mati kedinginan.

— Berikan madu
Memberikan madu pada cendet saat musim hujan tentu sangat dianjurkan daripada obat-obatan yang banyak mengandung bahan kimia. Madu ini bermanfaat untuk menjaga stamina dan sistem imun burung. Namun pastikan madu yang Anda berikan adalah madu asli alias bukan madu campuran yang sudah tidak jelas kadar vitaminnya. Dan pemberian madu ini bisa diberikan dengan cara dioleskan pada jangkrik atau dicampur pada air minum. Pemberian bisa dilakukan seminggu sekali.

Setelah Anda memberikan madu pada cendet, amati perkembangannya dalam beberapa hari. Sebab, adakalanya madu ini membuat cendet menjadi macet sehingga tambah sulit untuk berbunyi. Jika ini yang terjadi, segera hentikan. Namun jika Anda tetap memilih melanjutkan pemberian madu dan berpikir kesehatan burung jauh lebih penting, tentu saja ini tidak menjadi masalah. Sebab, macet ini biasanya hanya terjadi pada tahap awal pemberian dan lama-kelamaan burung akan menjadi terbiasa sehingga akan gacor kembali. Hal ini disebabkan madu memberikan dampak positif pada kesehatan burung, sekalipun ia sedang dalam kondisi macet.

— Berikan jangkrik makanan rempah
Apakah Anda perberpikir untuk memberikan rempah-rempah yang berupa jahe dan kunyit sebagai manakan jangkrik sebelum diberikan pada cendet Anda? Jika tidak, rubahlah mulai sekarang agar Anda tidak hanya memberikan vor atau makanan-makanan lainnya yang kurang menyehatkan burung. Jahe dan kunyit sudah terbukti secara medis sebagai rempah-rempah yang sangat berkhasiat untuk manusia. Kombinasi jahe dan kunyit yang dimakan jangkrik, sama-sama akan memberikan dampak yang luar biasa untuk cendet pada musim hujan. Selain kesehatannya terjaga, cendet juga akan mempunyai tenaga yang ekstra sehingga ketika diadu tidak akan melempem atau gembos.



Cara Tepat Perawatan Cendet di Musim Hujan Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Leo Sayoga

0 komentar:

Post a Comment