Blog Burung | Tutorial Burung

Sunday, May 8, 2016

Mengetahui Penyebab dan Solusi Cucak Ijo Sering Didis di Lapangan


Tipsburung.com - Salah kendala main Cucak Ijo di lapangan adalah didis. Gangguan ini tidak hanya dialami Cucak Ijo yang baru belajar mengenal lapangan namun juga burung-burung yang sudah berprestasi. Ini menandakan bahwa didis pada Cucak Ijo adalah fenomena yang sangat akrab namun tidak semua mengetahui penyebab apalagi solusinya. Karenanya, banyak pemain Cucak Ijo baru yang merasa kebingungan. Berkali-kali Cucak Ijo diikutkan lomba, berkali-kali pula Cucak Ijonya didis.

Cucak Ijo didis bukan tanpa alasan. Cucak Ijo didis disebabkan karena burung belum kondisi atau terdapat perawatan yang salah sehingga dirinya merasa tidak nyaman. Akibatnya, burung nyisir bulu atau didis yang kadang kala diikuti dengan perilaku tidak mau bongkar isian atau ngetem lama. Perilaku-perilaku seperti ini tentu saja bisa mengurangi nilai dan bahkan bisa menyebabkan Cucak Ijo tersebut tidak mendapatkan nilai karena kurang mendapatkan perhatian juri akibat perilaku tersebut.

Penyebab
Cucak Ijo didis saat di lapangan bisa saja terjadi sekalipun saat di trek dengan beberapa Cucak Ijo lainnya tidak. Dan setidaknya, Cucak Ijo ini disebabkan oleh beberapa kondisi seperti berikut.

— Terlalu birahi
Terlalu birahi. Dalam hal ini Anda mungkin terlalu banyak memberikan takaran jangkrik sementara Cucak Ijo Anda tidak kuat. Akibatnya, Cucak Ijo Anda mengalami kelebihan birahi yang biasanya, salah satunya ditunjukkan dengan perilaku didis di gantangan.

— Kurang mandi atau mandi yang salah
Mandi pada burung berkicau, yang dalam hal ini Cucak Ijo, sangat penting. Dengan mandi, burung menjadi lebih segar dan bulu pun tidak kusam. Bahkan mandi yang sering memungkinkan burung Cucak Ijo terbebas dari kutu. Namun begitu, cara mandi yang salah juga bisa membuat Cucak Ijo menjadi didis. Karenanya, pahami karakter dan pelajari bagaimana cara memandikan Cucak Ijo dengan baik. Dengan begitu, Anda berarti telah memberikan perawatan yang lebih baik pada Cucak Ijo Anda.

— Bulu kering
Penyebab lainnya lagi yang kurang begitu disadari oleh pemain Cucak Ijo ialah karena bulu yang kering. Kondisi ini pun membuat burung menjadi kurang nyaman dan gatel sehingga mau tidak mau dia harus didis. Dan untuk memastikannya, Anda bisa menangkap dan memegang Cucak Ijo Anda lalu periksa bulu-bulu besarnya.

— Beberapa penyebab lain
Di samping ketiga penyebab utama di atas, ada beberapa penyebab lain yang biasanya juga sering terjadi namun frekuensinya sangat jarang. Beberapa di antaranya ialah seperti Cucak Ijo kurang jemur, kutuan, mabung belum tuntas, terlalu sering di kerodong. Semua kondisi ini berpotensi menyebabkan burung Cucak Ijo didis di lapangan bahkan untuk burung kutuan bisa didis sepanjang lomba. Hal ini disebabkan karena Cucak Ijo merasa kurang nyaman dengan adanya kutu pada bulu-bulunya.

Beberapa Solusi
Aqda banyak solusi yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi Cucak Ijo yang didis di lapangan ini. Namun tentunya, sebelum Anda melakukan penanganan, pastikan terlebih dahulu apa kira-kira yang menjadi penyebabnya. Setelah Anda mengetahui penyebabnya, baru Anda bisa melakukan penanganan pada Cucak Ijo Anda.

— Penanganan jangka pendek
Dalam menangani Cucak Ijo ini yang didis seperti ini tidak bisa dilakukan dengan istan. Sebab semuanya membutuhkan proses yang sangat panjang dan kesabaran yang ekstra. Namun jika Anda hanya ingin meminimalisir didis di lapangan, Anda perlu memberikan penanganan seperti berikut.

Saat hendak diturunkan ke arena lomba, cobalah Anda datang lebih awal. Selanjutnya, Cucak Ijo Anda disendirikan di daerah yang sepi dan jauh dari keramaian. Selanjutnya, buka kerodong dan ler atau birakan ia berbunyi semaunya. Cara ini terbilang praktis meminimalisir Cucak Ijo yang sering didis sehingga memungkinkan Cucak Ijo Anda bisa bekerja lebih maksimal.

— Penanganan jangka panjang
Jika Anda ingin benar membuat Cucak Ijo Anda bebas dari didis saat di lapangan, segera lakukan penanganan. Penanganan yang akan Anda berikan memang harus dilakukan dengan telaten dan penuh keyakinan serta kesabaran yang ekstra sebab tidak ada sesuatu yang luar biasa bisa didapatkan dengan isntan.

Untuk itu, jika Anda sudah mengetahui penyebab Cucak Ijo Anda yang didis, sebaiknya segera lakukan penanganan sebagaimana berikut.

1. Cucak Ijo over birahi
Untuk Cucak Ijo yang didis karena terlalu over birahi, sebaiknya turunkan birahinya dengan segera. Anda bisa mengurangi porsi EF harian. Selain itu, jangan memberikan jenis EF lain yang tidak begitu penting terkait dengan kondisi Cucak Ijo Anda, misalnya kroto atu ulat. Sebab dalam kondisi ini Cucak Ijo Anda masih mengalami ketidak stabilan birahi.

Jika cara ini tidak berhasil, Anda bisa menyetopnya sama sekali. Hal ini bertujuan supaya birahi burung benar-benar drop sehingga birahinya cepat turun dan stabil. Bahkan jika perlu, berikan papaya sebab buah ini terbilang sangat manjur untuk menurunkan birahi burung Cucak Ijo yang sedang birahi.

Jika hendak turun ke lomba, cobalah untuk tidak memberikan EF lain selain jangkrik lalu lihat perkembangannya di lapangan. Jika masih didis, Anda bisa menurunkan EF pada setelan lomba dan stelan harian.

2. Cucak Ijo kurang mandi atau cara mandi yang salah
Percaya atau tidak, rawatan harian sangat menentukan performa burung Cucak Ijo di lapangan. Jika Cucak Ijo Anda kurang mendapatkan rawatan yang baik, masa pasti ia tidak akan bisa tampil dengan baik di lapangan. Perawatan termasuk di dalamnya adalah mandi.

Idelanya Cucak Ijo harus dimandikan dengan rutin namun karena berbagai kesibukan dan alasan lain, seorang penghoby kerap kali kurang memperhatikannya. Karenanya, mandikan burung Cucak Ijo secara rutin untuk mencegah didis di lapangan setiap kali digantang. Cari setelan mandi yang pas untuk mendapatkan hasil yang lebih maksimal.

Cara mandi yang paling ideal untuk Cucak Ijo adalah dengan cara dikeramba. Hal ini memungkinkan Cucak Ijo bisa mandi dengan puas. Hal ini berbeda dengan mandi dengan cara disemprot, kadang kala burung tidak rileks dan bahkan sering kali mandinya tidak puas akibat sang empunya yang tidak paham cara memendikan Cucak Ijo. Karenanya, cara yang paling praktis dan aman memandikan Cucak Ijo adalah dengan cara dikeramba saja.

Jika hendak mau turun lomba, pada hari H, menjelang waktu sore atu satu atau dua jam sebelum digantang, cobalah untuk memandikannya terlebih dahulu namun pastikan cuaca sedang cerah. Jika burung malah kurang birahi akibat mandi, sebaiknya tidak dimandikan saja pada hari H.
   
3. Cucak Ijo bulu kering
Cucak Ijo yang mengalami bulu kering biasanya karena bulu kekurangan vitamin sehingga membuatnya merasa gatal sehingga mau tidak mau ia akan didis di lapangan. Selain bulu, kulit Cucak Ijo kadang kala juga bisa kering dengan penyebab yang sama. Dan untuk mengatasi masalah ini, sebaiknya penuhi nutrisi burung Cucak Ijo Anda sambil diberikan shampoo setiap kali mandi. Bahkan jika Anda mau ekstrem, berikan sampoo Natur E. Namun jika mau yang lebih aman, Anda bisa memilih beberapa produk sampoo khusus burung yang saat ini sudah banyak beredar di pasaran.

4. Cucak Ijo kurang jemur
Kurang jemur dan tidaknya Cucak Ijo Anda, Andalah yang lebih mengetahuinya. Hal ini disebabkan karena Anda adalah orang yang paling akrab dengan Cucak Ijo Anda. Karenanya, ingat dan perhatikan dengan saksama apakah Anda sudah menjemur Cucak Ijo Anda dengan baik atau tidak.

Burung Cucak Ijo idealnya tidak harus dijemur setelah mandi. Karenanya, jika Cucak Ijo Anda mempunyai kemauan dan jadwal tidak mandi setiap hari, namun Cucak Ijo Anda pun harus dijemur setiap hari. Hal ini penting dilakukan karena selain untuk alasan kesehatan dan kebersihan burung, juga bisa membuat burung merasa nyaman sehingga tidak didis di lapangan.

Untuk durasi penjemuran Anda bisa mengondisikannya dengan kondisi cuaca. Jika cuaca normal, maka sebaiknya durasi penjemuran tidak lebih  dari 1,5 jam. Namun jika cuaca mendung, Anda bisa menambah durasinya.

Jika hendak mau turun ke lapangan, cobalah untuk menjemurnya terlebih dahulu jika matahari sedang cerah. Namun jika tidak, lebih baik Anda tidak pelu menjemurnya saja.

5. Cucak Ijo kutuan
Untuk mengetahui Cucak Ijo Anda kutuan atau tidak, sebaiknya pegang dan amati kondisi bulu burung Anda. Kutu biasanya akan langsung tampak terlihat dengan kasat mata namun ada kalanya kutu terlihat sangat samar. Karenanya, amati dengan saksama bulu burung apakah ada kutu atau tidak atau apakah ada perubahan pada tulang bulu burung atau tidak.

Cara terbaik dan alamai untuk mengobati dan mencegah burung kutuan adalah dengan memandikannya dengan rebusan air sirih. Caranya ambil beberapa daun sirih lalu cuci hingga bersih dan rebus dalam panci. Setelah mendidih, angkat dan dinginkan lalu taruh dalam keramba untuk mandi burung.

Untuk Cucak Ijo yang sudah terlanjur nkutuan, sebaiknya mandi air sirih ini dilakukan setiap hari atau bahkan lebih. Anda bisa menambahnya hingga mandi dua kali sehari. Namun jika hanya sebagai pencegahan, penggunaan air sirih ini bisa dilakukan dua kali dalam seminggu.

6. Cucak Ijo mabung belum tuntas   
Untuk kasus ini kadang kala sangat susah diatasi karena ini memerlukan waktu dan proses yang panjang. Namun begitu, Anda bisa melakukan penanganan dengan cara jangka pendek di atas. Jika tidak berhasil, tunggulah burung Cucak Ijo Anda sampai mabung kembali sebab hanya itu solusi yang paling bagus.

7. Cucak Ijo sering di kerodong
Kadang kala Cucak Ijo didis karena terlalu sering dikerodong dan ia tidak menghendaki perawatan seperti itu. Karenanya, Anda tidak perlu mengerodong Cucak Ijo pada siang hari namun untuk malam hari itu wajib biar Cucak Ijo bisa istirahat dengan baik.


Mengetahui Penyebab dan Solusi Cucak Ijo Sering Didis di Lapangan Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Leo Sayoga

1 komentar:

Post a Comment