Blog Burung | Tutorial Burung

Sunday, August 7, 2016

4 Efek Negatif Pemberian Jangkrik Terlalu Banyak pada Burung Pentet


Tipsburung.com - Cendet atau Pentet adalah salah satu jenis burung pemakan serangga. Karenanya, pakan utama yang diberikan harus berupa pakan hewan seperti belalang, telur semut rang-rang (kroto), kelabang, jangkrik, dan lain sebagainya. Dan karena alasan lebih praktis, cendetmania umumnya memberikan jangkrik saja dalam rawatan harian burung predator ini. Sebab, yang banyak tersedia dan dibudidayakan hanya jangkrik. Sedangkan untuk kroto, umumnya hanya diberikan sebagai menu pelengkap saja yang kerap kali diberikan pada saat menjelang lomba.

Ada banyak kalangan yang mengatakan bahwa sebaiknya setelan jangkrik untuk harian sebaiknya disetel tinggi (banyak). Tentu saja hal ini tidaklah salah, apalagi untuk cendet muda atau bahkan trotol. Sebab, burung Pentet atau Cendet yang diberikan pakan serangga akan lebih sehat sebab jangkrik merupakan pakan yang mempunyai nutrisi sangat lengkap. Karenanya, jangkrik ini dipilih oleh semua penghobi burung sebagai EF utama untuk burung pemakan serangga. Burung yang diberikan pakan jangkrik, apalagi dengan takaran yang banyak, biasanya akan lebih lincah dan gesit karena burung menjadi lebih lincah.

Burung dengan asupan jangkrik yang cukup juga memberikan keuntungan dari segi power. Sebab, vitamin dan nutrisi dalam jangkrik dapat mendongkrak power burung sehingga akan lebih tebal dan keras. Jangkrik juga mendongkrak stamina burung sehingga akan lebih prima. Bahkan jika ini adalah burung kontes, burung akan lebih siap turun lomba dengan performa terbaik. Karenanya, banyak cendetmania lebih memilih memberikan jangkrik daripada serangga lainnya.

Namun begitu, pemberian jangkrik yang berlebihan juga tidak baik. Sebab, jangkrik adalah serangga yang mengandung protein yang cukup tinggi sehingga jika diberikan berlebihan bisa memberian efek buruk pada burung. Adapun beberapa efek buruk dimaksud ialah sebagai berkut.

Over birahi
Efek yang pertama dari pemberian jangkrik berlebihan pada cendet atau pentet adalah over birahi. Dalam hal ini, cendet mengalami birahi yang berlebihan sehingga suhu badan menjadi naik. Akibatnya, terjadi perubahan pada perilakunya seperti mengejar tangan, mengejar orang yang lewat di dekatnya, atau bahkan salto. Ketika dilombakan, cendet dengan birahi yang berlebih seperti ini juga bisa salto dan polah seperti munting dan mengejar musuh.

Ciak ekor dan mencabut bulu lainnya
Cendet atau pentet yang diberikan jangkrik dengan takaran yang berlebihan berpotensi menyebabkan burung menjadi kanibal. Burung tidak segan-segan akan merusak dan menggigit ekornya hingga rusak. Selain itu, burung cendet juga berpotensi mencabuti bulu-bulu lainnya seperti sayap dan dada. Untuk bulu sayap, meskipun jarang terjadi, namun jika cendet mengalami over birahi sangat tinggi, bukan tidak mungkin bisa terjadi.

Susah mabung
Cendet atau pentet yang diberikan jangkrik berlebihan juga bisa membuat burung menjadi sulit mabung. Hal ini disebabkan karena nutrisi dari jangkrik tersalur langsung setiap saat pada seluruh badan, termasuk bulu cendet. Akibatnya, bulu cendet senantiasa dalam kondisi segar meskipun sudah nyerit. Sekalipun mabung, cendet yang diberikan jangkrik berlebih ini kadang kala susah untuk bisa tuntas.

Tidak doyan voer
Burung cendet yang terlalu banyak diberikan jangkrik biasanya akan jarang makan voer. Hal ini disebabkan karena perut burung selalu dalam kondisi kenyang. Kondisi ini pada akhirnya akan membuat burung tidak suka dengan pakan lain selain jangkrik. Bahkan jika misalnya Anda biarkan saja burung itu dalam kondisi lapar, cendet kadang kala tetap tidak mau makan voer. Cara untuk mengatasi masalah ini ialah dengan cara mengajari burung makan voer lagi sebagaimana cendet bakalan. Hal ini bisa dengan cara dibuatkan adonan voer dengan kroto yang sebelumnya telah diberikan air secukupnya atau mencampurkan kroto dengan voer halus.

Sebenarnya, efek negatif ini tidak hanya terajdi pada burung cendet atau pentet namun berlaku untuk burung pemakan serangga lainnya seperti Murai Batu, Kacer, dan lain sebagainya. Namun yang paling ekstrem dari pemberian jangkrik ini memang terjadi pada cendet. Karenanya, yang sering bermasalah dengan asupan jangkri ini ialah cendet. Bahkan jika sudah etrjadi masalah, biasanya akan sulit penangannya dan membutuhkan waktu yang agak lama.

Demikian efek pemberian jangkrik yang berlebihan pada burung cendet. Semoga bermanfaat…!!!

4 Efek Negatif Pemberian Jangkrik Terlalu Banyak pada Burung Pentet Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Leo Sayoga

0 komentar:

Post a Comment