Blog Burung | Tutorial Burung

Monday, August 1, 2016

Cara Efektif Mengatasi Murai Batu Ngebatman di Lapangan

Tipsburung.com - Salah satu masalah yang sering dikeluhkan oleh muraimania adalah burung ngebatman atau ngelowo. Burung dalam kondisi ini biasanya akan buka sayap dan ngeruji atau bahkan turun pangkringan atau tangkringan. Jika ini terjadi di rumah tentu bukanlah persoalan yang serius sebab ketika dilombakan di sebuah kontes burung berkicau, burung masih ada kemungkinan tidak negbatman. Namun jika ini justru terjadi di lapangan, tentu saja burung Murai Batu tidak bisa menunjukkan performa terbaiknya.

Burung Murai Batu yang ngebatman di lapangan tentu saja bisa mengurangi poin penilaian. Sebab pada dasarnya, burung Murai Batu yang ngebatman sama halnya dengan Kacer yang mbagong. Kondisi ini bisa didiskualifikasi/dicoret dari penilaian karena termasuk ke dalam kategori burung “cacat” secara penampilan. Karenanya, ini akan sangat mengecewakan bagi Anda sebagai sang empunya. Berharap burung mendapatkan poin, tetapi malah zonk.



Penyebab Murai Batu Ngebatman
Ada banyak hal yang bisa menyebabkan burung Murai Batu ngebatman sebagaimana berikut.


  1. Burung Murai Batu ngebatman biasanya disebabkan karena burung kurang fit sementara fighternya sangat tinggi. Akibatnya, burung Murai Batu kehilangan kendali sehingga terjadilah apa yang disebut sebagai ngebatman di mana burung ngeper sambil nambrak jeruji dan mengejar musuh.
  2. Gebatman pada burung Murai Batu juga bisa disebabkan karena setelan yang terlalu kencang. Akibatnya, burung Murai Batu kelebihan birahi yang ditunjukkan dengan perilaku ngebatman ini.
  3. Ngebatman juga bisa terjadi ketika Murai Batu tiba-tiba merasa down karena kalah mental. Hal ini biasanya disebabkan karena terdapat beberapa Murai Batu lain yang terlihat begitu sangat agresif. Kondisi ini biasanya terjadi pada burung Murai Batu yang masih berusia muda atau jarang diadu di mana mentalnya belum terbentuk dengan baik.
  4. Ngebatman juga bisa terjadi pada burung Murai Baru yang masih muda akibat masih labilnya mental burung.
  5. Burung Murai Batu ngebatman juga bisa terjadi karena burung terlalu jinak sehingga menjadi manja.
  6. Ngebatman juga bisa terjadi pada burung Murai Batu yang gagal mabung, mabung tidak tuntas, atau mabung tidak sempurna. Bisa saja masih bulu sayap atau ekor yang belum jatuh namun masih dipaksa turun lomba oleh sang empunya. Akibatnya, Murai Batu menjadi kurang stabil dan salah satu perilaku paling ekstrem adalah ngebatman.
  7. Burung Murai Batu yang baru selesai mabung namun bulu-bulunya belum tumbuh sempurna juga bisa mengalami ngebatman. Dalam kondisi ini, mental burung Murai Batu masih belum stabil sehingga jika dilombakan maka burung sangat berisiko mengalami perilaku ngebatman.
  8. Burung Murai Batu yang dijemur terlalu ekstrem juga bisa berisiko mengalami ngebatman. Kemungkinan ini dipengaruhi oleh kondisi suhu tubuh burung yang tidak normal akibat paparan sinar matahari yang berlebihan.
  9. Ngebatman juga bisa terjadi karena mental burung yang memang kurang bagus sehingga tidak bisa tampil dengan baik di lapangan.
  10. Ngebatman kadang kala sudah menjadi karakter bawaan dari personal burung Murai Batu tersebut. Jika ini yang terjadi, kemungkinan untuk bisa disembuhkan sangat berat.

Cara Penanganan Murai Batu Ngebatman
Bukan hanya penyebabnya yang seabrek, penanganan Murai Batu yang ngebatman juga banyak sebagaimana berikut.

  1. Untuk burung Murai Batu yang ngebatman karena faktor birahi, sebaiknya burung diisolasi terlebih dahulu sehingga tidak pernah mendengar burung fighter lainnya, utamanya burung sejenis. Setelah itu, pemberian EF bisa dikurang dengan disertai pemberian EF penurun birahi seperti cacing tanah dan ulat bambu. Kalau perlu, setel ulang pemberian EF-nya sambil dilihat perkembangannya apakah setelan EF baru tersebut sudah pas atau belum. Pun mandi malam bisa dilakukan jika birahi burung membandel.
  2. Untuk burung Murai Batu yang jinak, sebaiknya jangan terlalu dirisaukan sebab kadang kala di lapangan tidak ngebatman. Dengan kata lain, burung Murai Batu yang jinak kerap kali hanya ngebatman di rumah sedangkan ketika di lapangan itu tidak muncul. Namun begitu, jika Anda tetap merasa resah atas perilaku ngebatman Murai batu Anda, buatlah burung agak liar dengan cara jangan sampai Anda memberikan EF lewat tangan langsung. Selain itu, berikan semprotan pada muka burung jika Anda melihat Murai Batu berperilaku terlalu jinak. Dan pilihan lainnya adalah dengan sering melakuan mengumbaran setiap hari.
  3. Untuk burung Murai Batu selain kedua penyebab di atas, Anda bisa memberikan perawatan sebagaimana berikut.
  • Embunkan setiap pagi, mulai jam 5 pagi hingga tebit sinar matahari
  • Rajin-rajin mengumbar burung, paling tidak seminggu dua kali. Namun untuk burung Murai batu yang ngebatman, pengumbaran bisa dilakukan lebih sering.
  • Jangan memaksakan Murai Batu untuk ditrek atau lomba jika kondisi burung belum memungkinkan, misalnya burung masih muda, mabung belum tuntas, mabung macet, atau dorong bulu.
  • Burung Murai Batu juga bisa dijodohkan supaya kondisi psikis dan birahinya lebih fresh. Biarkan burung kawin untuk beberapa waktu supaya burung merasa lebih nyaman dan tenang.
Demikian beberapa metode yang dapat Anda lakukan untuk menangani Murai Batu yang sering ngebatman di lapangan. Semoga bermanfaat…!!!

Cara Efektif Mengatasi Murai Batu Ngebatman di Lapangan Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Leo Sayoga

0 komentar:

Post a Comment