Blog Burung | Tutorial Burung

Sunday, August 28, 2016

Fase Pertumbuhan dan Perkembangan Burung Cendet dari Ngeriwik Sampai Dewasa

Tipsburung.com - Setiap makluk hidup mengalami fase pertumbuhan yang berkembang dari waktu ke waktu. Semakin hari sesuai dengan semakin bertambahnya umur, makhluk hidup akan semakin tua dan dewasa. Begitu juga dengan burung cendet, berkembang dari masa anakan, remaja, hingga dewasa.

Sebagaimana hewan pada umumnya, umur burung cendet termasuk hewan yang mempunyai umur pendek karena dalam kondisi normal hanya berumur 10 tahun. Karenanya, burung cendet ini mengalami fase pertumbunan yang cepat dan hanya terjadi dalam hitungan bulan. Untuk menjadi dewasa, burung cendet hanya membutuhkan waktu kurang lebih setahun. Ini menunjukkan bahwa fase dalam setiap perkembangan burung cendet hanya membutuhkan waktu hitungan bulan saja.



Adapun fase pertumbuhan dan perkembangan cendet dari anakan hingga dewasa dapat dirumuskan sebagai berikut.

Fase anakan
Fase ini dibagi menjadi dua klasifikasi, lolohan dan voer kering

  • Fase lolohan dimulai dari anakan cendet ini menetas hingga kurang lebih umur satu bulan. Selama masa ini, untuk bertahan hidup, burung harus dibantu dengan loloh untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Setelah berumur 30 hari, cendet lolohan ini biasanya sudah bisa makan voer sendiri namun masih voer basah.
  • Sesuai namanya, fase voer kering adalah sebuah fase di mana anakan cendet sudah bisa makan voer tanpa air alias voer kering. Fase voer kering ini dimulai setelah fase voer basah yang biasanya dimulai setelah anakan burung berumur 1 bulan lebih.

Fase trotol
Fase trotol ini dibedakan menjadi dua fase lagi, fase trotol murni dan fase ganti bulu dewasa alias nyalin.

  • Fase trotol murni adalah di mana anakan burung cendet sudah mulai agak dewasa, bulu sudah mulai lengkap dan ekor pun sudah panjang dan mentok. Fase ini biasanya berkembang hingga anakan cendet umur 2,5 bulan.
  • Fase nyalin biasanya dimulai saat cendet berumur 2,5 bulan atau lebih sedikit. fase ini ditandai dengan mulai jatuhnya bulu-bulu halus di sekitar kepala atau punggung. Bulu yang jatuh paling awal biasanya adalah bulu punggung, namun ada juga bulu bagian kepala atau leher. Fase ini biasanya berakhir saat cendet berumur 4—5 bulan yang ditandai dengan fulnya bulu dewasa pada tubuh cendet.

Fase ngeplong
Sejak anakan, cendet sudah belajar ngeriwik namun belum jelas. Saat cendet berumur 4 bulan, semua materi atau isian biasanya sudah mulai terlihat lewat ngriwiknya. Semua suara isian atau materi ini akan mecah atau ngeplong setelah cendet berumur antara 4—5 bulan. Pada umur tersebut, cendet sudah bisa mengeluarkan materi atau isian dengan jelas. Semakin hari, materi atau isian ini akan semakin banyak yang keluar sesuai dengan masteran yang Anda berikan.

Saat berumur 6 bulan, cendet ini sudah benar-benar fasih membawakan lagu karena masa ini adalah waktu di mana suara cendet benar-benar sudah ngeplong dengan sempurna. Biasanya, semua masteran sudah lengkap dibawakan oleh cendet sesuai dengan masteran yang Anda berikan.

Fase nata lagu
Fase nata lagu dimulai setelah cendet benar-benar ngeplong, yaitu umur 6 bulan ke atas. Pada fase ini, cendet sudah bisa membawakan lagu dengan sangat baik karena beberapa lagu hasil masteran sudah bisa dibawakannya  dengan sempurna. Burung sudah bisa membawakan cengkok lagu dan menata rool dan tembakannya sehingga materi sudah benar-benar mantap.

Fase dewasa
Bersamaan dengan fase nata lagu ini, cendet sudah masuk pada fase remaja. Sejak saat itu, burung cendet sudah bisa dilatih bahkan jika mental dan lagunya benar-benar bagus sudah bisa dikonteskan, baik kelas latber hingga kelas event. Namun jika mental dan lagu cendet belum cukup, sebaiknya jangan terburu-buru dan tunggu hingga burung mapan dan siap, terutama dalam hal mental. Itulah yang disebut fase dewasa.

Fase dewasa pada burung cendet dimulai dengan adanya sebuah tanda di mana emosi burung sudah stabil. Jika bertemu musuh, cendet sudah tidak nguber-nguber dan nabrak jeruji sangkar. Burung cendet dewasa sudah bisa merespon musuh dengan sangat baik. Dalam hal ini, burung diam di tangkringan sambil berbunyi mengeluarkan semua materinya dengan baik.

Fase mabung pertama
Fase mabung pertama sebagai tanda bahwa burung sudah benar-benar dewasa. Fase ini biasanya terjadi saat cendet berumur satu tahun. Namun dalam beberapa kasus, mabung pertama kadang kala terjadi saat cendet berumur 7 bulanan tetapi kasus ini jarang terjadi.

Itulah beberapa fase pertumbuhan dan perkembangan cendet dari anakan hingga dewasa. Semoga artikel ini bisa membantu memberikan wawasan dan bermanfaat untuk Anda.

Fase Pertumbuhan dan Perkembangan Burung Cendet dari Ngeriwik Sampai Dewasa Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Leo Sayoga

0 komentar:

Post a Comment