Blog Burung | Tutorial Burung

Sunday, August 21, 2016

Perawatan dan Latihan pada Burung Terucukan Supaya Ngeropel dan Nggaruda

Tipsburung.com - Meski tidak sepopuler burung kiacuan lainnya, namun akhir-akhir ini burung terucukan ini sudah mulai naik daun. Terbukti dengan adanya beberapa group dan komunitas burung terucukan di dunia maya. Bahkan untuk Terucukan Mania Semarang saat ini sering mengadakan kopdar sesama pecinta terucukan sambil mengadakan lomba khusus burung terucukanan. Bahkan di daerah sana, burung yang mempunyai nama ilmiah Pycnonotus goiavier ini sudah mempunyai kelas tersendiri sebagaimana burung lomba pada umumnya.

Burung-burung terucukanan yang dilombakan tentu saja bukanlah burung “sayur”. Burung itu tentu saja adalah burung yang dari segi bunyi sudah mapan, begitu juga dari segi gaya. Adapun salahs atu ciri burung terucukan dianggap bagus ialah sudah bisa berbunyi ropel dan nggaruda. Ropel adalah bunyi khas dari terucukan sebagaimana pada cucak rowo. Sedangkan nggaruda, juga sebagai gaya yang sangat khas pada burung terucukan.

Untuk membuat terucukan bisa berbunyi ropel dan nggaruda tentu membutuhkan perawatan khusus. Dalam hal ini, burung harus mendapatkan perawatan yang konsisten serta beberapa trik lainnya yang membantu mempercepat proses ropel dan nggaruda.


Gambar: Fahri Jihad (Trumas)

Adapun beberapa perawatan untuk membuat burung terucukan ini bisa ropel dan nggaruda ialah sebagai berikut.

Perawatan harus konsisten
Perawatan yang Anda berikan setiap hari harus konsisten karena keluarnya semua potensi burung berawal dari rawatan harian yang baik. Perawatan tidak hanya menyangkut mandi dan jemur namun juga setelan EF setap harinya. Karenanya, perawatan dimaksud di sini adalah mencakup semua elemen kehidupan burung selama berada dalam sangkar.

Untuk EF berupa jangkrik harus diberikan setiap hari, pagi dan sore dengan takaran sesuai dengan kebutuhan burung. Jangan sampai Anda melewatkan hari tanpa jangkrik dan membiarkannya hanya makan buah saja. Sebab, posisi jangkrik di sini sangat vital dalam menentukan cepat ropel atau nggarudanya burung terucukan.

Kroto dengan takaran yang banyak
Kroto adalah pakan burung berkicau yang mempunyai tingkat protein sangat tinggi sehingga sangat cocok diberikan pada burung terucukanan yang belum bisa ropel, apalagi nggaruda. Sebab, kroto ini bisa meningkatkan birahi burung sehingga burung terucukan bisa lebih ngotot saat berbunyi. Adapun pemberiannya bisa dilakukan 2—3 kali setiap minggu.

Berikan takaran ukat hongkong yang banyak
Selain kroto, Anda juga sangat disarankan untuk memberikan ulat hongkong dengan takaran yang lebih banyak daripada biasanya. Sebab, sebagaimana kroto di atas, ulat hongkong adalah EF yang kaya akan protein sehingga sangat penting diberikan pada burung terucukanan yang belum bisa ropel.

Adapun cara pemberiannya bisa Anda variasikan dengan kroto di atas. Namun begitu, pemberian ulat hongkong yang banyak ini sangat berisiko pada mata burung. Karenanya, jika Anda ingin meminimalisir efek samping ulat hongkong ini, hilangkan terlebih dahulu. Caranya, sebelum diberikan pada burung, ulat hongkong sebaiknya disiram atau direndam terlebih dahulu ke dalam air panas. Setelah beberapa saat, angkat lalu dinginkan dan siap diberikan pada burung terucukan.

Berikan voer berprotein tinggi
Voer dengan kandungan protein tinggi sangat dibutuhkan oleh burung terucukan yang belum bisa ngeropel. Karenanya, carilah voer yang mengandung protein tinggi dan kalau ada pilih kandungan protein yang di atas 18%. Sebab, sebagaimana pada beberapa jenis EF di atas, protein sangat membantu meningkatkan dan merangsang bunyi burung terucukan hingga mengeluarkan suara ropelnya.

Jadikan waktu mabung kesempatan master
Sebenarnya, pemasteran pada burung apapun asalkan masih berusia muda tidak membutuhkan waktu mabung. Sebab pada dasarnya, setiap burung muda adalah masa emas otak sehingga bisa dengan lebih cepat merekam suara masteran. Namun begitu, ada kalanya burung terucukan kurang begitu cerdas sehingga pemasteran suara terucukan ngeropel sangat dianjurkan dilakukan pada masa mabung.

Pemasteran bisa dilakukan dengan menggunakan suara rekaman atau MP3. Namun begitu, yang lebih bagus sebanarnya pemasteran dengan menggunakan burung asli. Sebab burung asli mempunyai suara yang murni sehingga hasilnya akan jauh lebih bagus.

Jadikan lingkungan yang ramah pada burung
Burung terucukanan yang hidup dalam lingkungan yang tidak nyaman bisa membuat burung menjadi kurang enjoy sehingga akan sangat sulit untuk bisa ngeropel apalagi nggaruda. Karenanya, tempatkan burung di ruangan yang ramah lingkungan dan sesekali lalukan interaksi dengan burung biar burung merasa lebih nyaman dan jinak pada Anda.

Lakukan beberap latihan
Jika untuk membuat terucukan ngeropel harus dilakukan pemasteran, maka untuk membuatnya bisa nggaruda juga perlu mendapatkan beberapa latihan. Sebab, jika tidak dilatih, kadang kala sangat susah untuk membuatnya nggaruda karena pada dasarnya tidak semua burung terucukanan bisa nggaruda. Karenanya, di bawah ini adalah beberapa metode latihan yang dapat Anda lakukan untuk melatih terucukan supaya bisa nggaruda.

1. Rangsang menggunakan burung kecil
Cara yang pertama yang harus Anda lakukan adalah melatih dan merangsang burung terucukanan dengan burung lain. Caranya adalah sesekali dekatkan dan tempel buurng dengan burung lain selama beberapa menit lalu jauhkan. Beberapa waktu, dekatkan lagi lalu jauhkan kembali hingga beberapa kali. Metode seperti ini sangat efektif dalam merangsang burung terucukanan untuk segera nggaruda karena burung merasa harus bertarung atau malah kebingungan dan mencarinya.

2. Sesekali perlihatkan burung sejenis
Sesekali Anda perlu mempertemukan burung terucukanan tersebut dengan burung sejenis. Namun waktunya hanya sebentar dan tidak boleh setiap hari. Jika misalnya hari ini Anda mempertemukan buurng terucukanan tersebut selama setengah jam, pada esok hari dan lusanya, cukup diperdengarkan suaranya saja. Hal ini pun sangat efektif dalam merangsang burung untuk bertarung dan mengeluarkan nggarudanya karena burung sedang dalam kondisi fighter.

3. Latih menggunakan burung gereja
Caranya adalah Anda mencoba memancing burung gereja untuk turun ke halaman rumah di mana terucukan Anda diletakkan. Setelah itu, taburkan pakan seperti voer atau milet putih di sekitar sangkar burung yang sebelumnya telah diletakkan di tanah. Selanjutnya, amati perilaku burung ketika banyak burung gereja menghampirinya. Biasanya, burung terucukan akan langsung nggaruda karena fighternya sedang keluar untuk mempertahankan daerah terotorialnya.

4. Sesekali gandeng dengan terucukan yang sudah nggaruda
Menggandeng terucukan dengan burung sejenis yang sudah nggaruda juga sangat penting ndilakukan karena juga dapat merangsang burung terucukan nggaruda. Anda bisa mengajak teman Anda untuk menggandeng burung terucukannya atau membawanya ke arisan burung atau latihan burung (kalau ada). Bahkan bisa juga langsung dilatih ke latberan di lapangan. Yang demikian ini sangat penting dilakukan karena bisa mempercepat proses nggaruda.

Demikian perawatan dan metode yang dapat Anda lakukan untuk membuat terucukan bisa ngeropel dan nggaruda. Selama mencoba dan salam ngeropel dari tipsburung.com…!!!

Perawatan dan Latihan pada Burung Terucukan Supaya Ngeropel dan Nggaruda Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Leo Sayoga

0 komentar:

Post a Comment