Blog Burung | Tutorial Burung

Thursday, September 8, 2016

Teknik Sukses Beternak Cucak Ijo dengan Mudah untuk Pemula

Tipsburung.com - Saat ini, bukan hanya murai batu dan kacer yang sudah berhasil diternakkan, para breeder pun sudah banyak yang berhasil mengembangbiakkan burung cucak ijo. Padahal jika melihat sifatnya yang aktif, sepertinya akan sulit dibreeding. Namun dengan teknik yang bagus dan kesabaran yang penuh, para breeder berhasil mengembangbiakkan burung ini.


 sepasang cucak ijo dalam penangkaran (source: youtube.com/anggit fitranto)

Teknik breeding cucak ijo gampang-gampang susah. Dibilang gampang karena tekniknya pun hampir sama dengan teknik breeding burung lainnya. Namun susahnya, burung ini kerap kali tidak bisa langsung bisa akur dan beranak sebagaimana murai batu.

Untuk itu, di bawa akan dijelaskan beberapa teknik sukses beternak cucak ijo yang bisa anda lakukan di rumah.

Pemilihan indukan
Sudah pasti saat pertama kali hendak melakukan breeding, anda harus mencari calon indukan yang bagus. Burung yang bagus seperti ini, sangat potensial untuk melahirkan keturunan atau anakan yang juga bagus. Hal ini tidak hanya bisa meningkatkan harga jual namun burung yang bagus tentu saja akan jauh lebih menyenangkan.

Burung cucak ijo yang bagus adalah burung yang mempunyai badan yang proporsional. Burung juga memiliki paruh besar dan mata tajam atau besar.

Selain itu, calon indukan tersebut harus pula sudah jinak sehingga proses penangkaran bisa dilakukan dengan normal. Burung bisa berproduksi dengan baik sehingga tidak perlu takut dan glabakan jika anda lewat didekatnya.

Kesehatan burung tentu menjadi modal utama dalam kesuksesan breeding. Karenanya, pilihlah burung cucak ijo yang sehat, baik secara fisik maupun psikologis.

Adapun masalah usia, yang paling ideal untuk burung cucak ijo jantan adalah yang sudah berusia dua tahun ke atas dan gacor. Semakin tua burung cucak ijo jantan maka akan semakin bagus.

Burung yang sudah berumur seperti ini tidak hanya bisa melakukan perkawinan dengan bagus namun secara fisik juga sudah siap membuahi burung betina.

Untuk betina, carilah calon indukan yang berusia paling tidak satu tahun. Burung cucak ijo berusia seperti ini sudah siap untuk berprosuksi.

Persiapan kandang
Kandang breeding cucak ijo yang pling direkomendasikan adalah kandang permanen atau semi permanen. Kandang seperti ini sangat bagus karena bisa memberikan kenyamanan tersendiri pada burung untuk berproduksi.

Kandang breeding harus berukuran besar, paling tidak 1,5 x 3 meter. Jika perlu, di sekitar kandang diberikan pohon-pohon rindang. Hal ini selain bermanfaat untuk menyejukkan daerah penangkaran juga akan memberikan suasana yang alami sehingga burung akan lebih cepat berproduksi.

Kandang breeding ini harus tenang dan nyaman agar proses produksi nanti bisa berjalan dengan normal. Karenanya, jagalah kandang dari kebisingan dan serangan dari biantang buas sebab ini sangat mengganggu dan bisa mengacaukan produksi burung.

Kandang bisa anda lengkapi dengan sarang dan serabut yang sudah banyak beredar di kios-kios burung. Serabut tersebut sebagian taruh dalam sarang dan sebagian lainnya tabur di bawah sangkar. Suatu waktu ketika cucak ijo sudah mau berproduksi, serabut ini akan diangkut dan ditata di sarangnya.

Proses penjodohan
Proses penjodohan burung cucak ijo sama saja dengan penjodohan burung lain. Dalam hal ini, burung cucak ijo jantan dan betina dipertemukan namun dalam sangkar terpisah. Jika cucak jantan memberikan respon dengan mengeluarkan suara kicauannya dan sang betina pun memberikan respon atas sang pejantan, bisa dipastikan keduanya sudah berjodoh.

Namun begitu, jika keduanya sama-sama tidak memberikan respon apapun, bisa dipastikan burung cucak ijo ini belum berjodoh. Karenanya, anda bisa mengulanginya lagi besok hari atau besok lusa.

Perhatian selama proses produksi
Ketika kedua burung cucak ijo sudah berjodoh, tinggal menunggu waktu produksi. Selama proses produksi ini, sebaiknya jaga kenyamanan dan keamanan kandang. Selain itu, penuhi pula kebutuhan nutrisi burung agar bisa berproduksi dengan baik.

Adapun untuk pemberian EF, sebaiknya berikan jangkrik dan kroto dengan rajin. Untuk jangkrik, berikan setiap pagi dan sore secukupnya. Sedangkan untuk kroto, bisa diberikan dua atau tiga hari sekali.

Jangan lupa pula untuk menyediakan bak mandi dalam sangkar penangkaran agar burung bisa mandi dengan bebas. Selain menyehatkan, mandi pada burung juga akan menghilangkan kotoran dan kutu yang mengganggu kesehatan burung.

Perawatan anakan
Untuk anakan hasil produksi, Anda bisa melolohkannya pada induknya supaya alami. Namun jika hendak meloloh sendiri, pada saat berusia 7 hari anakan cucak ijo ini sudah bisa Anda pisah. Adapun untuk pakan lolohannya adalah dengan mencampurkan kroto dengan voer, berikan air secukupnya lalu aduk hingga kayak bubur.

Burung anakan cucak ijo ini bisa diloloh setiap 1-2 jam sekali setiap hari. Dengan metode ini, diharapkan anakan burung bisa lebih sehat dan cepat besar.

Teknik Sukses Beternak Cucak Ijo dengan Mudah untuk Pemula Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Leo Sayoga

0 komentar:

Post a Comment