Blog Burung | Tutorial Burung

Wednesday, November 23, 2016

Cara Merawat Murai Batu Muda Hutan Agar Tidak Mati, Cepat Adaptasi, dan Cepat Jinak

Tipsburung.com - Murai Batu muda hutan membutuhkan perawatan yang ekstra dan kesabaran yang tinggi. Sebab, murai batu ini pada umumnya masih mengalami stres berat akibat perburuan dan juga belum bisa beradaptasi dengan manusia.

Perawatan murai batu muda hutan juga memerlukan pengetahuan khusus karena burung ini masih sangat rentan dengan kematian. Kecuali jika murai batu muda hutan anda sudah melalui tahap karantina sebelumnya.



(Sumber: burungnya.com)

Nah, bagaimana cara merawat murai batu muda hutan supaya tidak mati, cepat adaptasi, dan cepat jinak? Untuk merawat murai batu muda hutan, setidaknya anda perlu melakukan perawatan sebagaimana berikut.

Gantung di tempatkan yang tenang 

Karena murai batu muda hutan masih sangat liar dan stres berat, tentu saja tidak boleh langsung digantung di depan rumah. Apalagi jika rumah anda dengat dengan jalan (raya), tentu saja semakin tidak disarankan. 

Sebab, hal ini bisa membuat burung murai batu muda hutan anda semakin stres sehingga semakin sulit untuk dijinakkan, apalagi untuk bisa bertahan hidup.

Untuk itu, tempatkan tempatkan murai batu muda hutan anda di ruangan yang tenang, jauh dari keramaian manusia dan kendaraan. Jauhkan pula dari keramaian burung-burung anda lainnya yang fighter dan suara-suara lain yang bisa mengagetkan.

Pilih ruangan dengan sirkulasi udara yang baik dengan kelembaban yang juga bagus, artinya tempat tersebut tidak terlalu panas.

Semua hal di atas dilakukan dengan tujuan supaya burung murai batu muda hutan anda merasa lebih tenang dan nyaman sehingga proses rawatan selanjutnya bisa lebih mudah.

Karantina terlebih dahulu 

Nah, jika anda sudah memilih tempat tersebut sebagai ruangan untuk menyimpan burung murai batu muda hutan anda, sangat disarankan untuk tidak dipindah-pindah terlebih dahulu selama beberapa waktu.

Tujuannya adalah supaya burung murai batu muda hutan anda benar-benar merasa tenang sehinga tingkat stres burung berkurang.

Saat anda tiba di rumah, burung murai batu muda hutan anda sebaiknya jangan langsung diumbar karena burung pada umumnya masih stres dan trauma berat.

Karenanya, gunakan kerodong selama beberapa waktu. Namun begitu, sesekali anda tetap bisa membukanya untuk diangin-anginkan.

Selama proses karantina ini, anda sangat disarankan untuk memberikan multivitamin dan antibiotik pada burung murai batu muda hutan anda. Mengapa? Pemberian multivitamin bertujuan untuk menjaga kondisi kesehatan burung supaya tetap fit.

Sedangkan untuk antibiotik, bertujuan sebagai antisipasi untuk mencegah terjadinya berbagai gangguan kesehatan yang tidak diinginkan.

Selama masa karantina, sebaiknya burung murai baru tidak perlu dimandikan. Karenanya, jangan sampai anda risau jika melihat burung kusam apalagi kutuan. Biarkan saja, yang penting burung murai batu muda hutan anda bisa tenang dan sehat terlebih dahulu.

Burung juga tidak perlu dijemur. Namun jika anda terpaksa menjemurnya dengan alasan kesehatan, sebaiknya penjemuran dilakukan pada pagi hari.

Dan usahakan, durasi penjemuran sebentar saja sebab dihkawatirkan burung mengalami atau melihat hal-hal yang bisa membuatnya semakin tertekan dan stres.

Pengenalan lingkungan 

Waktu karantina tidak ada standart yang baku, sangat bergantung terhadap kondisi burung. Jika dalam satu minggu burung murai batu muda hutan anda sudah agak tenang, besar kemungkinan burung sudah aman untuk dikenalkan dengan lingkungan barunya.

Namun jika burung belum bisa tenang, itu artinya anda perlu lebih sabar lagi dan harus menunda pengenalan lingkungan.

Jangan paksa jika burung murai batu muda hutan anda memang belum bisa dikenalkan dengan lingkungan barunya. Sebab, dikhawartirkan burung murai batu muda hutan anda malah menjadi lebih stres.

Hal ini bisa menghambat proses penjikanpun sehingga akan lebih sulit lagi untuk dilakukan. Bahkan hal ini bisa mempengaruhi mental dan daya adaptasi burung murai batu anda.

Selama burung murai batu muda hutan anda belum bisa dikenalkan dengan lingkungan barunya, pemberian EF tetap lebih disarankan daripada diberikan voer.

Sebab, ini akan lebih memberikan ketenangan dan kenyamanan pada burung. Karenanya, berikan EF kesukaan murai seperti kroto, jangkrik, dan ulat.

Pengevoran (mengajari makan voer)

Ketika burung murai batu muda hutan anda sudah agak tenang, pengepuran baru boleh dilakukan. Dan menganai bagaimana cara mengepurkan burung murai batu muda hutan anda, bisa dibaca artikel sebelumnya di SINI.

Mengajari mandi 

Setelah burung murai batu muda hutan anda ngevor dan tingat stres juga sudah mereda, saatnya memulai mengajari burung murai batu mandi. Pada tahap awal, anda bisa mengajari mandi dengan cara memasukkan cepuk besar (biasanya dipakai untuk cepuk ayam) ke dalam sangkar. Selanjutnya, tunggu beberapa waktu hingga burung burung murai batu muda hutan anda mandi sendiri.

Jika burung murai batu muda hutan anda tidak mau mandi, berikan semprotan halus untuk merangsang burung mau mandi. Hal ini bisa anda lakukan setiap hari sampai burung murai batu muda hutan anda mau mandi sendiri.

Jika burung murai batu muda hutan anda sudah mau mandi sendiri, saatnya mengajari burung untuk mandi dalam keramba. Caranya, satukan pintu keramba dengan pintu sangkar, lalu berikan beberapa ekor jangkrik dalam keramba lalu tinggalkan.

Cara lainnya, berikan semprotan halus pada burung atau pindah tangkringan ke depan di dekat pintu, lalu tinggalkan. Untuk lebih jelasnya mengenai cara mengajari burung mandi dalam keramba, baca kembali artikelnya di SINI.

Ada satu hal yang perlu anda perhatikan, sebaiknya mandi pada murai batu muda hutan anda harus dilakukan lebih sering. Sebab, mandi ini bisa membantu burung lebih cepat tenang sehingga dapat membantu proses penjikan.

Penjinakan 

Selanjutnya, lalukan penjinakan supaya burung bisa lebih cepat gacor. Caranya, anda bisa menaruh sangkar murai batu muda hutan di lantai.

Saat anda melakukan aktivitas, taruh di dekat anda. Begitu juga saat anda memberikan makan, taruh di lantai supaya burung lebih cepat beradaptasi.

Jika murai batu muda hutan anda sudah mulai tenang, saatnya mulai mengenalkan lingkungan barunya. Keluarkan burung dari rumah dan kenalkan dengan keramaian secara bertahap. Sebagai penjelasan tambahan, silakan baca 3 Cara Paling Efektif Menjinakkan Cendet Muda Hutan di SINI.

Penjemuran 

Penjemuran yang paling disarankan adalah pada pagi hari. Bahkan sebelum matahari terbit, sebaiknya burung murai muda hutan anda sudah harus ditempatkan di tempat penjemuran. Usahakan pilih tempat penjemuran yang bisa melihat matahari terbit secara langsung. Sebab hal ini bisa memberikan suasana tersendiri pada psikologis burung.

Pemasteran 

Pemasteran bisa dilakukan setelah burung murai batu muda hutan benar-benar sudah bisa beradaptasi dengan manusia dan lingkungan barunya. Burung bisa langsung diperdengarkan suara burung cililin dengan pososi burung sambil dikerodong. Setelah masuk, anda bisa memilih suara master lainnya sesuai dengan yang anda inginkan.

Namun begitu, sering kali murai batu muda hutan sudah mempunyai suara isian yang bagus-bagus seperti cililin dan tengkek buto. Hal ini disebabkan karena di hutan, burung-burung master andalan itu masih banyak sehingga murai batu langsung termaster dengan sendirinya.

Cara Merawat Murai Batu Muda Hutan Agar Tidak Mati, Cepat Adaptasi, dan Cepat Jinak Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Leo Sayoga

0 komentar:

Post a Comment