Blog Burung | Tutorial Burung

Tuesday, November 22, 2016

Ini Dia 3 Risiko Pemberian Kroto pada Cendet Trotol

Tipsburung.com - Kroto adalah salah satu jenis EF yang paling baik, bahkan mungkin terbaik, dari segi kandungan protein. Sebab, kroto mengandung protein paling kaya di antara jenis EF lainnya. Karenanya, kroto sangat dianjurkan untuk diberikan pada burung apapun, apalagi terhadap cendet muda. 


(Sumber: news.babe.co.id)

Kroto pada burung cendet trotol tidak hanya bisa membuatnya lebih lincah dan cepat ngeriwik atau bahkan ngeplong. Kroto juga memenuhi kebutuhan burung terhadap nutrisi setiap harinya sehingga kesehatan burung sangat terpelihara.

Kroto juga bisa membuat cendet trotol tumbuh dan berkembang  dengan maksimal. Sehingga tidaklah mengherankan jika banyak orang mengharuskan anakan burung cendet harus diloloh dengan kroto daripada jenis EF lainnya.

Namun di balik manfaat yang luar biasa, kroto pada burung cendet trotol mempunyai banyak risiko. Risiko nyata yang sering dialami oleh cendet trotol yang sering diberikan kroto atau diberikan kroto dalam jumlah agak banyak dari takaran normal ialah sebagai berikut.

Serak
Cendet trotol yang sering diberikan kroto atau diberikan jumlah dalam jumlah agak banyak, sangat berisiko pada kualitas suaranya. Dalam banyak kasus, kroto tidak hanya membuat burung dewasa berpotensi mengalami serak. Cendet dewasa maupun trotol juga sangat berpotensi mengalami hal yang sama. Apalagi jika misalnya kroto yang diberikan kurang higenis dan (agak) basi.

Untuk menyembuhkan serak, sering kali membutuhkan perawatan khusus dengan jangka waktu relatif lama. Untuk itu, meskipun bukan penyakit serius, gangguan kesehatan pada cendet trotol ini sering kali menjadi momok karena burung cendet tidak bisa mengeluarkan suara dengan sempurna.

Untuk itu, jika terjadi perubahan pada suara cendet trotol, segera hentikan pemberian kroto. Selain itu, lakukan penanganan yang tepat dalam menyembuhkan gangguan suara cendet trotol anda.

Tetelo atau ayan
Banyak orang yang tidak menyadari bahwa tetelo yang sering kali dialami oleh cendet trotol terjadi secara alami. Padahal, kasus penyakit seperti ini, sering kali disebabkan oleh asupan yang anda berikan pada burung cendet trotol. Dan selain karena faktor kekenyangan EF (baca: jangkrik), tetelo pada cendet trotol juga terjadi karena pemberian kroto.

Tidak jelas apa hubungan kroto dengan tetelo pada cendet trotol. Namun berdasarkan banyak kasus, cendet trotol yang sering diberikan kroto atau diberikan kroto dalam jumlah banyak berisiko mengalami tetelo. Dugaan kuat, hal ini disebabkan karena faktor kroto yang proteinnya terlalu tinggi di mana cendet trotol tidak kuat sehingga terjadilah penyakit apa yang disebut tetelo.

Jika anda perhatikan, kasus tetelo pada cendet trotol sangat banyak, utamanya cendet yang terlalu banyak asupan EF daripada voer. Untuk itu, pemberian kroto pada cendet trotol harus diatur, paling tidak, sekali saja dalam seminggu dengan takaran setengah sendok teh setiap kali pemberian.

Ciak ekor
Ciak ekor juga bukan kasus langka pada cendet trotol. Hal ini sering kali disebabkan karena terlalu tingginya asupan protein, seperti kroto. Lagi-lagi, hal ini disebabkan karena kroto sangat tinggi protein dan sementara cendet trotol tidak sanggup menahan efek panas kroto.

Karenanya, jangan berikan cendet trotol anda kroto setiap hari. Pemberian kroto yang ideal ialah sebagaimana poin di atas, seminggu sekali dengan takaran setengah sendok teh. Lebih dari itu, sangat tidak dianjurkan.

Sebenarnya, tidak selamanya kroto berefek buruk seperti di atas. Pada cendet-cendet trotol yang memiliki sensitivitas tinggi, bisa saja kroto mempunyai akibat fatal sebagaimana ketiga kasus di atas.

Namun untuk burung-burung yang tidak terlalu sensitif, tentu saja kroto tidak menjadi sebuah masaalh. Karenanya, pahami karakter cendet trotol anda, niscaya ia akan sehat selalu dan tumbuh dengan baik.

Ini Dia 3 Risiko Pemberian Kroto pada Cendet Trotol Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Leo Sayoga

0 komentar:

Post a Comment